Kamis, 22 Oktober 2015

Surat Dari Seekor Kucing Liar


"JIKA TIDAK BISA MENYANYANGI PALING TIDAK JANGAN SAKITI KAMI"

Sebuah Surat Dari Seekor Kucing

Dikutip dari FB seorang penyayang kucing

Salam saudaraku....
Maaf apabila tulisanku ini mengganggumu. Namun aku tidak bisa bercerita langsung kepada kalian. Aku hanya bisa menulis di secarik kertas lusuh ini.
Kemarin aku sedang berjalan dan melihat temanku berlindung di sebuah benda besar. Benda itu memiliki 4 roda, dan kelihatannya terbuat dari besi yang sangat berat. Aku tidak tahu nama dari benda itu. Tapi benda itu telah membunuh temanku.
Ketika benda itu mundur, temanku tertindih benda itu.
Benda itu pergi, lalu aku cepat-cepat lari menghampiri temanku. Aku memanggilnya namun Ia hanya terdiam. Aku melihat darah keluar dari kepala dan lehernya. Aku menjilati darah temanku sambil menangis sampai ada seorang manusia yang mengubur temanku dan menyuruhku pergi dari tempat itu. Betapa baiknya manusia itu. Aku tidak akan pernah melupakannya yang telah menolong sahabatku.
Aku kembali berjalan dan melihat tempat sampah di depanku. Kalian menyebutnya tempat sampah. Namun bagiku ini adalah tempat mencari makan. Setidaknya kami tidak perlu membayar untuk mendapatkan beberapa potong ayam basi. Oh, ternyata di tempat makan ini tidak ada makanan.
Aku terus berjalan sambil menelusuri setiap tempat sampah yang ada. Aku lapar, namun aku hanya bisa mengais tempat ini. Andai saja sahabatku masih hidup. Ia pasti akan sangat menghiburku.
Akhirnya aku mendapatkan sepotong ayam. Meskipun tinggal tulang, aku sangat bersyukur. Namun tiba-tiba ada jantan lain yang mencakar punggungku dan merebut makananku. Ya, kami memang harus bertengkar untuk mendapatkan makanan dan seekor betina. Aku hanya merelakannya dan mengais tempat makan lainnya.
Aku menemukan ayam lagi, dan yang ini lebih besar! Aku sangat bersyukur dan bahagia. Namun ada seorang manusia yang datang dan menendang kepalaku. Aku langsung lari membawa ayam itu dan menikmatinya di tempat yang aman.
Kepalaku masih terasa sakit sekali karena tendangan manusia tadi. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanyalah seekor kucing yang tidak disukai banyak manusia.
Terkadang aku berfikir bahwa menjadi manusia enak sekali. Kalian bisa mencari makanan yang layak dan bergizi. Kalian juga bisa hidup bersama sebagai keluarga.
Aku pulang dengan menenteng sisa ayam di mulutku. Ya, aku sengaja menyisakan ayam tadi untuk anak dan istriku tercinta.
Begitu sampai, istriku bilang bahwa anak kami dipisahkan dari kami oleh seorang manusia. Istriku tidak tahu kemana anak-anak kami dibawa. Kami hanya bisa menangis. Layaknya kalian, kami juga ingin melihat anak kami tumbuh besar dan sehat. Namun itu hanya tinggal impian semata.
Terkadang aku merasa iri dengan kucing-kucing yang dipelihara oleh manusia. Mereka mendapatkan kasih sayang yang besar dan makanan yang layak. Namun kucing-kucing itu adalah bule yang bulunya panjang, lebat, dan halus. Ya aku sebagai kucing kampung hanya bisa melihat mereka dari jauh.
Dan kebanyakan kucing ras lebih banyak disukai oleh manusia, ketimbang kami kucing kampung, ya kami akui kungkin karena kami kotor dan tidak lucu, tidak seperti mereka kucing ras,
Jika aku harus berhenti dan mengais pada setiap tempat sampah, kucing peliharaan hanya tinggal berteriak kelaparan dan majikannya akan memberi makanan.
Pernah suatu waktu aku berusaha mencicipi makanan mereka, namun aku ditimpuk dengan batu oleh majikan mereka.
Ketika melihat manusia makan ikan, aku menghampirinya. Aku berharap mereka akan memberikan rasa iba terhadapku.
Namun aku ditendang lagi. Rasanya sangat sakit. Aku langsung pergi dan hanya bisa berdoa agar manusia itu segera berubah.
Kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, namun mengapa kalian begitu benci terhadap kami? Ya, tubuh kami penuh luka dan menjijikan. Kami memang harus berjuang demi anak-anak dan istri kami. Memang bukan dengan pergi ke kantor, tapi dengan mencari makanan. Mengapa kalian begitu angkuh terhadap kami? Padahal kami tidak pernah menendang atau membalas semua perbuatan kalian.
Sekarang, aku mau menyebrang. Ini bertaruh antara hidup dan mati. Begitu banyak benda yang mirip dengan pembunuh temanku. Jika aku tidak selamat dalam penyebrangan ini, aku hanya bisa berharap anak-anak dan cucu-cucuku mendapat perlakuan yang layak dari kalian.
Biar aku saja yang menerima perlakuan malang ini. Tolong jaga dan kasihi keturunanku ya manusia. Semoga dengan surat ini kalian tahu seberapa besar penderitaan kami.
Selamat tinggal dan terimakasih karena sudah membaca suratku.
By : Kucing lucu net

Minggu, 18 Oktober 2015

Mencintai Dalam Diam

“Pada akhirnya, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendoakan. Mereka cuma bisa mendoakan, setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu, yang tumbuh dari mulai kecil sekali, hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh. 

Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak kita sesungguhnya butuhkan. Dan sebenarnya, yang kita butuhkan hanyalah merelakan.

Orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa, seperti yang mereka selalu lakukan, jatuh cinta sendirian.”
-Raditya Dika, Marmut Merah Jambu




Mencintai dalam diam..
Pernahkah kalian merasakan nya?
Pernahkah kalian membayangkan rasa nya jatuh cinta diam-diam?
Bukan hanya sekedar seorang putri memimpikan pangeran pujaan
Bak negeri dongeng dan pepatah sang pungguk merindukan bulan

Mencintai dalam diam..
Bukan berarti hanya sekedar berisi keheningan
Tetapi juga muncul berbagai harapan
Yang lama kelamaan kita sadari mungkin tak kan jadi kenyataan

Mencintai dalam diam..
Hanya orang kuat yang bisa menjalani nya
Menjalani kisah dimana kenyataan hanya dalam sekedar mimpi
Bahkan mimpi pun akhirnya tak berarti

Mencintai dalam diam..
Butuh proses untuk menjalani dan menerima resiko nya
Dari perasaan kecil mengagumi, yaa hanya sebatas mengagumi
Seiring berjalan muncul rasa yang seharusnya tak dirasakan apabila tak ingin patah hati

Mencintai dalam diam..
Hanya orang yang tahu resiko yang tetap mampu menjalani nya
Bukan resiko tergulung ombak atau terhepas batu karang
Namun ini lebih perih dari pedang samurai

Mencintai dalam diam..
Bukan lah rasa yang di lebih-lebih kan
Bukan hal dramatis yang harus di bayangkan
Hanya seonggok harapan yang harusnya di perjuangkan

Namun beranikah
Wahai sang pencinta diam-diam
Mewujudkan satu persatu harapan demi membuktikan
Bahwa cinta yang kau rasakan itu memang benar ada

Kalau begitu, kau tak lagi di sebut sang pemuja rahasia
Secret admirer yang hanya bisa menatap
Hanya sekedar menatap sang pujaan
Apalagi dengan masa depan

Meski pada akhirnya mereka sadar
Bahwa mencintai dalam diam tak ada salahnya
Tapi hanya berakhir penyesalan
Dimana mereka ahirnya hanya bisa pasrah
Memahami keadaan yang sebenarnya bukan yang selama ini mereka impikan

Namun kebanyakan dari mereka tidak menyadari
Diantara semua harapan yang tak terwujud itu
Masih banyak harapan lain
Banyak orang yang siap menerima harapan dalam diam mu
Dan mengajakmu bersama untuk mewujudkan nya

Dan akhirnya sang pencinta dalam diam hanya bisa berdoa
Agar kenyataan lebih indah dari yang mereka bayangkan~



18 october 2015
15:08
Hey kakak kelas yang disanaa^^


Sabtu, 10 Oktober 2015

Ingatkah sahabat?

Ingatkah engkau dulu kita pernah menjadi sahabat yang berarti?
Siang malam melukiskan tinta di kanvas yang suci..
Namun kini telah berganti sunyi..
Tidakkah semua ini akan bertepi?
Dan kita kembali menyatu dalam hari..

Ingatkah engkau kita pernah menjalani bersama..
Menatap mentari tersenyum tawa..
Mendengar cerita indah dengan seksama..
Yang semua kini berganti hampa..

Sadarkah kini semua telah berubah?
Untuk menyapa pun serasa tercegah..
Karna rasa kasih telah sirna sundah..
Membuat semua terasa gundah

Sekarang pun tak sama seperti dulu..
Dimana semua tanpa rasa malu..
Dimana lidah terasa kelu..
Menatap kisah kita yang telah berdebu..

Padahal dulu kita pernah membuat janji..
Dimana kesan indah tertera rapi..
Membangun persahabatan sejati..
Sebuah impian yang pernah terucapi..

Dan pada detik ini..
Dimana kaki mulai menapaki..
Menelusuri semua yang kita jalani..
Ku harap semua terjadi lagi..


Jakarta, 9-10 Oktober 2015
Untuk sahabat yang kenangan nya selalu terrindukan

Rabu, 07 Oktober 2015

Burung Merpati dan Bunga Mawar Putih

Burung Merpati dan Bunga Mawar Putih..
Judul cerita yang terdengar seperti fabel, namun memiliki kisah cinta nya tersendiri..



MAWAR PUTIH & MERPATI


Pada suatu hari di sebuah zaman ketika hewan dan tumbuhan saling dapat berbicara, di suatu tempat terdapat sebuah taman yang indah, terdengar suara burung yang terdengar ramai bersahutan, mereka ramai-ramai menyambut indah nya musim semi di mana semua bunga tumbuh bermekaran.

Di antara sekumpulan bunga-bunga indah yang bermekaran, terdapat sepohon bunga mawar putih yang turut serta mekar menghiasi taman bunga tersebut, sekuntum bunga yang baru mekar itu bernama roselyn. Ternyata mekarnya roselyn sudah lama di nantikan oleh seekor merpati jantan bernama doven, entah mengapa sejak pertama kali ia melihat roselyn, ada seperti sesuatu yang memikat hati nya, maka ia memutuskan untuk menunggui sang mawar tersebut hingga tumbuh mekar.

Hari ini, di saat tepat roselyn memekar dengan indah, terdapat doven di samping nya, dan bisa di pastikan betapa senang nya doven melihat roselyn cantik dengan sempurna, tanpa menunggu waktu lama, doven memperkenalkan nama nya dan mengatakan bahwa ia sangat mengagumi roselyn, dan itu cukup membuat roselyn tersipu malu.

Hari demi hari, persahabatan mereka berjalan dengan cukup baik, dan hari demi hari pula perasaan cinta doven terus tumbuh untuk roselyn, aneh memang kedengaran nya, pikir doven, itu pun yang di katakan oleh teman-teman merpati nya, bagaimana mungkin seekor merpati bisa menaruh hati kepada sekuntum bunga mawar, ah apakah doven ini sudah gila? meski begitu, doven tidak peduli, perasaan cinta tak perlu di jelaskan, itu katanya.

Setiap hari tanpa henti doven terus mengunjungi tempat roselyn, meski hanya sekedar berbincang atau membawakan air untuk nya saat hujan tidak kering. Karena sikap doven itulah timbul pertanyaan di benak roselyn, ada apa dengan sikap doven selama ini, apakah doven mencintai dirinya? Ah, roselyn membuang jauh fikiran tak masuk akal itu, meski begitu roselyn pun tak menyangkal jika ia memiliki perasaan yang sama terhadap doven.

Rasa saling tak ingin kehilangan, muncul di hati mereka berdua, terlebih untuk roselyn, karena ada satu hal yang membuat nya gundah dan ingin ia ceritakan kepada doven tentang itu. Karena hal itu, ia bermaksud mengutarakan nya ketika doven berkunjung. Seperti yang di ketahui orang-orang, sepohon bunga tak akan bisa hidup lama, bunga itu rapuh, suatu saat akan mati, entah karena kekeringan, di makan usia, atau di petik oleh orang-orang, lalu bagaimana kah jika hal itu terjadi? Jujur, roselyn tak ingin meninggalkan sang merpati yang ia sayangi, fikiran itu lah yang ingin ia utarakan pada doven.

Namun, ia kembali berfikir, suatu saat pasti aku akan pergi meninggalkan dirinya, aku tak ingin ia merasa sedih jika aku pergi meninggalkan nya karena ia selalu mengingat kenangan indah yang kita lalui bersama, maka dari itu aku harus menghindar dari ia, namun bagaimana cara nya? Pikir roselyn. Roselyn memang bunga yang cerdas, tak lama kemudian ia mendapatkan ide, dan hal itu yang akan ia lakukan meski tak sesuai dengan hati nya.

Keesokan hari nya seperti biasa, doven kembali menemui roselyn, namun ia sedikit aneh dengan sikap Roselyn kali ini. Sesuai rencana, Roselyn meminta doven membuktikan perasaan yang doven miliki terhadap roselyn, sesuatu yang amat sulit untuk ia turuti. Kemudian dengan sedikit kecewa dan putus asa, setelah roselyn menjelaskan permintaan nya, doven pun pergi untuk memikirkan bagaimana cara nya agar bisa menuruti keinginan Roselyn. Doven fikir, ternyata Roselyn selama ini tidak mempercayai cinta nya, padahal kenyataan nya, dalam hati Roselyn ia percaya bahwa Doven sungguh mencintai nya, hanya saja ia membuat permintaan itu, agar doven tak sanggup menuruti nya, kemudian roselyn bisa menolaknya agar doven pergi menghindari Roselyn untuk selama nya | mengapa roselyn melakukan itu? Tak lain hanya karena Roselyn ingin, saat ia mati, doven sudah membenci nya sehingga saat ia pergi, tidak adaseorang pun yang ia buat menangis.

Satu hal yang tidak Roselyn sadari, doven menjadi depresi karena ia tak tahu harus berbuat apa untuk menuruti permintaan roselyn tersebut. Maka hari demi hari doven tak lagi mengunjungi tempat Roselyn, dan hal itu membuat Roselyn menjadi cemas. Fikiran Roselyn menjadi tak menentu semenjak Doven tak lagi mengunjungi nya, hingga saat ini ia hanya memikirkan keadaan doven.

Hingga pada akhirnya dia meminta tolong pada merpati hitam untuk menyampaikan satu pesan untuk doven, bahwa apabila doven tak sanggup memenuhi permintaan roselyn pun tak apa, roselyn tetap percaya bahwa doven sangat mencintai nya, karena roselyn sudah tak mampu menyembunyikan rasa sayang dan rindunya pada doven. Mendengar hal itu, doven sama sekali tidak merasa lega, ia justru semakin ingin menunjukkan bahwa ia benar-benar mencintai roselyn, doven pun berjanji bahwa besok pagi ia akan datang menemui roselyn untuk menyanggupi permintaan nya.

Benar saja, keesokan hari nya sang mawar putih telah mendapati tubuh nya berubah menjadi merah, sesuai dengan permintaan nya kepada doven, bahwa jika sang merpati itu benar-benar mencintai nya, maka sang merpati harus sanggup mengubah nya menjadi mawar merah.

Awal nya sang mawar, roselyn merasa sangat bahagia, karena doven dapat menuruti permintaan nya, meskipun berarti itu membuat roselyn tak bisa menolak cinta doven. Ia bahkan tidak peduli pada rencana awal nya, ia fikir hidup bersama doven tidak boleh di sia-siakan meski ia fikir akan mati terlebih dahulu meninggalkan dan membuat doven sedih ditinggal dirinya.

Namun, kebahagiaan itu sirna sudah, saat ia menyadari sang merpati yang di cintai nya, doven telah tergeletak mati tepat di sebelah nya dengan mengeluarkan banyak darah dan salah satu bulu sayap nya terlepas, dan kini ia sadar, warna merah di tubuh nya kini adalah darah dari sang merpati yang telah di lumuri ke tubuh nya, dan ia tahu bahwa sang merpati telah menyiksa tubuh nya sendiri dengan membuat luka berdarah demi membuat warna sang mawar menjadi berubah, dan salah satu bulu sayap yang patah adalah sebagai alat untuk memoleskan darah nya ke tubuh sang mawar, sang merpati pun kemudian mati karena kehabisan darah.

Kini sang mawar menyesal, mengapa ia harus meminta permintaan yang sangat sulit untuk di turuti, ia tak menyangka sang merpati akan melakukan ini untuk nya. Akibat kejadian ini, tak lama kemudian sang mawar yang sedih akhir nya menjadi rapuh, satu demi satu kelopak-kelopak nya terlepas, hingga mengering. Kini ia pun telah layu di samping sang merpati putih...




2011/2012
2015

Contact Me

Facebook : Badriyah Hasanah

Twitter : @badriyahsnh

Instagram : badriyaa.h

Line : badriyahsnh_

Gmail : badriyahasanah06@gmail.com

Selasa, 18 Agustus 2015

Ini Tentang Gue *Serius ini gak penting^^

Welcome to My New Blog^^

By the way, ini blog pertama gue yang di buat pada --> Selasa, 18 Agustus 2015 jam 16.16 WIB^^
sebenarnya keinginan punya blog itu udah lama, tapi bingung harus musti gimana cara mulai nya dan bla, bla, bla, dan pada akhirnya setelah di coba-coba maka terbitlah blog ini *yeay* yaa jadi maklum lah kalau bahasa atau apapun nya masih acak-acakan, meskipun begitu masih terus berusaha memperbaiki kok^^

Oh yea, nama gue Badriyatul Hasanah, yaa meskipun gue lebih suka embel-embel "Tul" nya itu di ilangin, rada ga enak aja di denger nya:v e tapi gapapa sih, berkat nama itu, gue punya panggilan kesayangan *caelah* dari guru gue, bu Neneng. yaitu Atul. ya gue ikhlas kok di panggil gitu, atau di panggil apapun, asal jangan nyingkat nama lengkap gue, sumpah itu gak bagus banget:v yang ada takutnya malah mikir yang kaga-kaga kan repot-_-

And then, saat ini gue sekolah di SMK Negeri 11 Jakarta, kelas X AK-II.
Kenapa gue masuk situ? karena SMK 11 warna nya hijau, saya suka warna hijau, eh gak deng, *abaikan:v
Sebenarnya jurusan yang gue ambil ini bener-bener gak nyambung sama cita-cita gue selama ini, parahnya lagi gue gak terlalu suka sama itung-itungan-_- tapi kenapa gue ambil AK? gak jauh-jauh sih alasan nya, supaya gampang dapet pekerjaan, dan layak *amin*^^
tapi bukan berarti gue bilang kalau yang lain itu susah dapet kerja, ya gak gitu juga.. tapi gak tau kenapa feeling gue ngena di AK. ya jadi gue harap semoga aja impian gue terwujud.

Ngomongin cita-cita, sebenarnya cita-cita gue itu mau jadi penulis dan designer, dan berharap banget hal itu bisa kesampain, meskipun gak terlalu yakin..
karena gue akuin, gue bisa dibilang yaa lumayan lah gue punya bakat untuk kedua nya. tapi gue kurang percaya diri buat ngembangin nya *parah ya:( pliss ini jangan di ikutin*
Gue pernah denger kalimat "Pekerjaan yang paling menyenangkan yaitu apabila bila kita mengerjakan pekerjaan yang sesuai dengan bakat kita" agak-agak lupa sih kalimat nya gimana, tapi intinya kalau kita kerja dengan bakat yang sesuai dengan hobby kita itu pokoknya bahagia banget, jadi ngelakuin pekerjaan itu gak terlalu serius, sama kaya kita ngejalanin hobby kita, dan buat gue itu cocok banget seandainya gue bisa jadi designer beneran^^

Yaah bukan menyesali keputusan sebenarnya, tapi cuma sekedar ingin menceritakan aja, memang agak berat menjalani nya ketika harapan tidak (belum) sesuai dengan kenyataan.
Insya allah, berdoa aja deh, dan intinya di bawa enjoy aja, jangan jadiin beban fikiran, karena pintu gerbang menuju kesuksesan bukan hanya terdiri dari satu jalan kan? kalau kita gak berhasil dengan bakat kita, masih banyak pintu keseksesan lain yang akan menanti, Insya allah^^ *aduhkenapajadisokbijakgini-,-*
yaa sudah lah, intinya ya begitu.


Ah ya, tentang gue yang lain, sebenarnya masih banyak yang mau gue beberin, karena gue orang nya bawel:v dan berhubung cerita ini gak pake mulut, jadinya menurut gue ini sudah terlalu panjang.
Sekian aja deh dari gue.
Intinya gue orang nya baik hati, tidak sombong dan rajin menabung:v bawel dan pecicilan sama orang yg udah kenal deket sama gue, tapi gue bisa jadi alim alias diam banget sama orang yg baru gue kenal, yaa intinya *intinyalagi-_-* gue akan bersikap segimana orang bersikap sama gue:)
oke satu lagi lah, intinya meskipun gue gak sombong, gue itu orang nya gak berani nge-chat duluan apalagi sama cowok, tapi kalau di chat, langsung bales kok, *njirriningarepbangt*:v
udah ah.



Sekian"^^